BELAJAR DAN MENGAJAR


TUGAS

MANAJEMEN KELAS DI SD

Tentang
BELAJAR & MENGAJAR

STKIP ADZKIA



OLEH
SYINTARI NURUL AFDILLA
1620183

DOSEN PENGAMPU
YESSI RIFMASARI, M.Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR ( PGSD )
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
( STKIP ) ADZKIA
2018/2019
BELAJAR DAN MENGAJAR

A.    BELAJAR DAN MENGAJAR

a.      Belajar
Belajar adalah tindakan mendapatkan pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai dengan memahami apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukan tugas apa pun dengan mensintesis berbagai jenis informasi yang dirasakan oleh kami. Belajar membawa perubahan dalam perilaku individu yang ada. Manusia, hewan, dan tumbuhan melakukan leraning.
Belajar adalah proses yang menempati peran penting dalam membentuk struktur kepribadian dan perilaku kita. Ini mengembangkan perilaku yang diterima secara sosial dan juga ada peluang yang sama untuk membangun sisi negatif dari perilaku manusia. Kebutuhan belajar untuk memenuhi beberapa kebutuhan pribadi karena merupakan tujuan dan berorientasi pada tujuan.

Belajar menurut beberapa ahli ialah:
1.      Menurut Kingsley dan Garry
Belajar adalah proses dimana perilaku (dalam pengertian asrama) berasal atau berubah melalui latihan atau pelatihan.
2.      Menurut Kimble
Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam potensi perilaku yang terjadi sebagai hasil dari latihan yang diperkuat.
3.      Menurut Henry P Smith
Belajar adalah perolehan dari perilaku baru atau penguatan atau melemahnya perilaku lama sebagai hasil dari pengalaman. Belajar didefinisikan sebagai perolehan kebiasaan, pengetahuan, dan sikap. Ini melibatkan cara-cara baru dalam melakukan sesuatu, dan itu beroperasi dalam upaya individu untuk mengatasi hambatan atau menyesuaikan diri dengan situasi baru.

Menurut Cronbach, Harold Spears, dan Geoch (dalam Sardiman AM, 2005:20) memberikan pengertian tentang belajar sebagai berikut :
a.       Cronbach memberikan definisi “Learning is shown by a change in behavior as a result of experience”. Belajar adalah memperlihatkan perubahan dalam perilaku sebagai hasil dari pengalaman.
b.      Harold Spears memberikan batasan”Learning is to observe, to read, to initiate, to try something themselves, to listen, to follow direction”. Belajar adalah mengamati, membaca, berinisiasi, mencoba sesuatu sendiri, mendengarkan, mengikuti petunjuk/arahan.
c.       Geoch, mengatakan “Learning is a change in performance as a result of practice”. Belajar adalah perubahan dalam penampilan sebagai hasil praktek.

Dari beberapa definisi tentang belajar di atas dapat disimpulkan bahwa belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.

b.      Mengajar
Istilah belajar dan mengajar adalah dua peristiwa yang berbeda, akan tetapi antara keduanya terdapat suatu hubungan yang erat sekali. Bahkan antara keduanya terjadi kaitan dan interaksi satu sama lain. Antara kedua kegiatan itu saling mempengaruhi dan saling menunjang satu sama lain.
Mengajar berarti partisipasi dengan pelajar dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mencari kejelasan, bersikap kritis, dan mengadakan justifikasi. Jadi, mengajar adalah suatu bentuk belajar sendiri.

Menurut Oemar Hamalik, mengajar memiliki beberapa definisi penting, diantaranya :
1.      Mengajar adalah usaha mengorganisasikan lingkungan sehingga menciptakan kondisi belajar bagi siswa.
2.      Mengajar atau mendidik itu adalah memberikan bimbingan belajar kepada murid.
3.      Mengajar adalah kegiatan mempersiapkan siswa untuk menjadi warga Negara yang baik sesuai dengan tuntutan masyarakat.
4.      Mengajar adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari.

Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa, “ Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan kepada siswa guna membantu siswa menghadapi masalah yang terdapat pada kehidupan sehari-hari
B.     PRINSIP BELAJAR DAN MENGAJAR
a.      Prinsip Belajar
Menurut Keller (dalam Prasetya, 1997):
1.      Attention : Perhatian muncul karena didorong oleh rasa ingin tahu.
2.      Relevansi : Hubungan materi dengan kebutuhan dan kondisi siswa.
3.      Confidence/percaya diri : Mendorong dan memotivasi.
4.      Satisfaction/ kepuasan            : Keberhasilan, kepuasan, memotivasi untuk melakukan kembali.
b.      Prinsip Mengajar
1.      Stimulation ( Simulasi )           : Suatu upaya yang melahirkan atau menyebabkan lahirmya motivasi pada diri siswa untuk mempelajari sesuatu yang baru, yakni dengan menciptakan sesuatu yang penting untuk dipelajari.
2.      Guidance ( Bimbingan )          : Membantu siswa untuk mengembangakan kemampuannya, keterampilan, sikap dan pengetahuan sampai tingkat maksimum bagi penyesuaian yang tepat dengan lingkunganya serta mendorong siswa untuk memiliki keberanian dan antusiasme dalam mencapai belajar secara maksimum.
3.      Direction ( Mengarahkan )      : Mengajar bukanlah sesuatu yang sembarangan tetapi mengajar adalah suatu kegiatan yang bertujuan, yang mengarah pada perilaku yang sudah ditetapkan.
4.      Encouragement of learning ( Memiliki keberanian dalam mengajar) : Membantu siswa dalam berbagai tindakan yang sesuai dengan apa yang diarahkan oleh guru pada tingkat, prinsip, dan professional tertentu.

C.    KETERAMPILAN - KETERAMPILAN MENGAJAR
Keterampilan mengajar adalah kecakapan atau kemampuan pengajar dalam menjelaskan konsep terkait dengan materi pembelajaran. Dengan demikian seorang pengajar harus mempunyai persiapan mengajar, antara lain harus menguasai bahan pembelajaran mampu memilih strategi, metode dan media, penguasaan kelas yang baik, serta menentukan system penilaian yang tepat.
1.      Keterampilan Bertanya
2.      Keterampilan Memberi Penguatan
3.      Keterampilan Menggunakan Variasi
4.      Keterampilan Menjelaskan
5.      Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
6.      Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
7.      Keterampilan Mengelola Kelas
8.      Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan

D.    TUJUAN KETERAMPILAN MENGAJAR
1.      Supaya guru atau tenaga pendidik dapat memahami  hakikat keterampilan dasar mengajar yang dapat dipratikkan di dalam kelas, mengidentifikasi jenis-jenis keterampilan dasar mengajar dan terampil menerapkan setiap jenis keterampilan dasar mengajar untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Dengan memiliki pemahaman ini seorang guru akan mempunyai persiapan mengajar yang baik dalam menguasai bahan pengajaran, mampu memilih metode yang tepat  serta bisa memberikan  penguasaan kelas yang baik.

2.      Tujuan yang lain yaitu untuk membekali tenaga pendidik beberapa keterampilan dasar mengajar dan pembelajaran. Bagi calon tenaga pendidik hal ini akan memberi pengalaman mengajar yang nyata dan latihan sejumlah keterampilan dasar mengajar secara terpisah, sedangkan bagi calon tenaga pendidik hal ini dapat mengembangkan keterampilan dasar mengajarnya sebelum mereka melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik. Memberikan kemungkinan calon tenaga pendidik untuk mendapatkan bermacam keterampilan dasar mengajar serta memahami kapan dan bagaimana menerapkan dalam program pembelajaran.


E.     MACAM – MACAM KETERAMPILAN MENGAJAR
1.      Keterampilan Bertanya
Keterampilan bertanya sangat perlu dikuasai guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, karena hampir dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kualitas jawaban siswa. Brown menyatakan bahwa bertanya adalah setiap pernyataan yang mengkaji atau menciptakan ilmu pada diri siswa.
Komponen keterampilan bertanya yang perlu dikuasi guru meliputi keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjutan.
a.       Komponen keterampilan bertanya dasar mencakup:
1)      Penggunaan pertanyaan yang jelas dan singkat dengan menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti dan sesuai taraf perkembangannya.
2)      Pemberian acuan, berupa pernyataan yang berisi informasi yang relevan dengan jawaban yang diharapkan dari siswa.
3)      Pemindahan giliran dan menyebar pertanyaan, untuk melibatkan seluruh siswa semaksimal mungkin agar tercipta iklim pembelajaran yang menyenangkan.
4)      Pemberian waktu berpikir pada siswa.
5)      Pemberian tuntunan, guru hendaknya memberikan tuntunan agar murid dapat menjawab sendiri ketika terdapat kesalahan dalam menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh guru.

b.      Sedangkan komponen keterampilan bertanya tingkat lanjut yang perlu diperhatikan adalah:
1)      Pengubahan tuntunan tingkat kognitif, guru hendaknya dapat mengubah tuntunan tingkat kognitif siswa dalam menjawab pertanyaan dari tingkat yang paling rendah menuju tingkat yang lebih tinggi, yaitu: evaluasi ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis.
2)      Pengaturan urutan pertanyaan, pertanyaan yang diajukan hendaknya mulai dari sederhana menuju yang paling kompleks secara berurutan.
3)      Pertanyaan pelacak, diberikan jika jawaban yang diberikan peserta didik kurang tepat.
4)      Mendorong terjadinya interaksi, untuk mendorong terjadinya interaksi, sedikitnya perlu memperhatikan dua hal berikut: pertanyaan hendaknya dijawab oleh seorang peserta didik tetapi seluruh peserta didik diberi kesempatan singkat untuk mendiskusikan jawabannya bersama teman dekatnya dan guru hendaknya menjadi dinding pemantul

2.      Keterampilan Memberikan Penguatan
Penguatan adalah respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Respon positif yang dilakukan guru atas perilaku positif yang dicapai anak dalam proses pembelajaran disebut juga dengan penguatan.
Penguatan atau reinforcement adalah segala bentuk respons yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik (feedback) bagi siswa atas perbuatan atau responnya yang diberiakan sebagai suatu dorongan atau koreksi.
Ada dua jenis komponen penguatan yang bisa diberikan oleh guru, yaitu:
a.       Penguatan Verbal.
Penguatan verbal adalah penguatan yang diungkapkan dengan kata-kata, baik kata-kata pujian, dukungan, dan penghargaan atau kata-kata koreksi. Misalnya: pintar sekali, bagus, betul, tepat sekali, dan lain-lain.
b.      Penguatan Nonverbal.
Penguatan nonverbal adalah penguatan yang diungkapkan melalui bahasa isyarat. Contoh dari penguatan nonverbal yaitu:
1)      Penguatan gerak isyarat atau gerakan mimik dan badan (gestural). Dalam hal ini guru dapat mengembangkan sendiri bentuk-bentuknya sesuai dengan kebiasaan yang berlaku sehingga dapat memperbaikiinteraksi guru dan siswa.
2)      Penguatan pendekatan, misalnya: guru duduk didekat siswa, berdiri disamping siswa, atau berjalan di sisi siswa. Penguatan ini berfungsi menambah penguatan verbal.
3)      Penguatan dengan sentuhan (contact), guru dapat menyatakan persetujuan dan penghargaan terhadap usaha dan penampilan siswa dengan cara menepuk-nepuk pundak siswa, berjabat tangan, mengangkat tangan siswa yang menang dalam pertandingan.
4)      Penguatan berupa simbol-simbol dan benda, misalnya: kartu bergambar, bintang , dan lain-lain.

3.      Keterampilan Menggunakan Variasi
Menggunakan variasi diartikan sebagai aktivitas guru dalam konteks proses pembelajaran yang bertujuan mengatasi kebosanan siswa, sehingga dalam proses belajar siswa selalu menunjukkan ketekunan, perhatian, keantusiasan, motivasi yang tinggi dan kesediaan berperan secara aktif. Variasi mengajar adalah perubahan dalam proses kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi para siswa serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan.
Penggunaan variasi mengajar yang dilakukan guru dimaksudkan untuk:
a.       Menarik perhatian siswa terhadap materi pembelajaran yang tengah dibicarakan.
b.      Menjaga kestabilan proses pembelajaran baik secara fisik maupun mental.
c.       Membangkitkan motivasi belajar selama proses pembelajaran.
d.      Mengatasi situasi dan mengurangi kejenuhan dalam proses pembelajaran, dan memberi kemungkinan layanan pembelajaran.
Komponen-komponen variasi yang sering dilaksanakan meliputi variasi dalam metode dan gaya mengajar guru, variasi penggunaan media, bahan-bahan dan sumber belajar, serta variasi dalam pola interaksi.
Variasi dalam gaya mengajar guru dapat dilakukan antara lain melalui:
a.       Variasi suara: keras-lembut, cepat-lambat, tinggi-rendah, besar-kecil volume suara.
b.      Pemusatan perhatian: secara verbal, isyarat atau dengan menggunakan model.
c.       Kesenyapan, terutama jika anak-anak mulai bising dan hingar bingar, tidak terkendali, guru dapat berdiri diam tanpa suara untuk beberapa saat sampai anak-anak hening kembali.
d.      Kontak pandang: untuk meningkatkan hubungan dengan siswa dan menghadirkan hal-hal yang bersifat interpersonal, pandanglah mata siswa dengan seksama dan lembut.
e.       Gerakan badan, bahasa tubuh (body language) dan mimik seperti perubahan ekspresi wajah, gerakan kepala, badan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi nonlisan.
f.       Perubahan posisi guru, dari duduk menjadi berjalan mendekat dan sebagainya, hal ini harus dilakukan secara wajar dan tidak menimbulkan kesan mengancam atau menakut-nakuti siswa.
g.      Perubahan metode mengajar misalnya dari gaya klasikal menjadi pengaktifan kelompok kecil, dari ceramah menjadi tanya-jawab dan sebagainya.
h.      Variasi dalam membagi perhatian, artinya guru membagi perhatiannya kepada sejumlah kegiatan pembelajaran yang berlangsung bersamaan. Perhatian ini dapat berupa perhatian visual dan perhatian verbal;
i.        Penggunaan selingan pemecah kebekuan (ice breaking) berupa humor-humor segar untuk mencairkan suasana.

4.      Keterampilan Menjelaskan
Menjelaskan adalah mendeskripsikan secara lisan tentang sesuatu benda, keadaan, fakta dan data sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang berlaku. Menjelaskan merupakan suatu aspek penting yang harus dimiliki guru, mengingat sebagian besar pembelajaran menuntut guru untuk memberikan penjelasan.
Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam memberikan suatu penjelasan, yaitu:
a.       Penjelasan dapat diberikan selama pembelajaran,baik di awal, di tengah maupun di akhir pembelajaran.
b.      Penjelasan harus menarik perhatian peserta didik dan sesuai dengan materi standar dan kompetensi dasar.
c.       Materi yang dijelaskan harus sesuai dengan kompetensi dasar, dan bermakna bagi peserta didik.
d.      Penjelasan yang diberikan harus sesuai dengan latar belakang dan tingkat kemampuan peserta didik.

5.      Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
Keterampilan membuka dan menutup pelajaran merupakan keterampilan dasar mengajar yang harus dikuasai dan dilatih oleh para guru agar dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif, efisien, dan menarik. Keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam membuka dan menutup pelajaran mulai dari awal hingga akhir pelajaran.
Ada empat komponen keterampilan membuka pelajaran, meliputi :
a.       Membangkitkan perhatian siswa
b.      Menimbulkan motivasi
c.       Memberi acuan atau struktur
d.      Menunjukkan kaitan

6.      Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur dan melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka untuk mengambil kesimpulan dan memecahkan masalah.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membimbing diskusi adalah sebagai berikut:
a.       Memusatkan perhatian peserta didik pada tujuan dan topic diskusi.
b.      Memperluas masalah atau urunan pendapat.
c.       Menganalisis pandangan peserta didik.
d.      Meningkatkan partisipasi peserta didik.
e.       Menyebarkan kesempatan berpartisipasi dan
f.       Menutup diskusi.
7.      Keterampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya, apabila terjadi gangguan dalam proses pembelajaran. Suatu kondisi yang optimal dapat tercapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam hubungan interpersonal yang baik antara guru dan siswa serta siswa dengan siswa merupakan syarat keberhasilan pengelolaan kelas.
Keterampilan ini bertujuan untuk :
a.       Mendorong siswa mengembangkan tingkah lakunya sesuai tujuan pembelajaran.
b.      Membantu siswa menghentikan tingkah lakunya yang menyimpang dari tujuanpembelajaran.
c.       Mengendalikan siswa dan sarana pembelajaran dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan, untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Pengelolaan kelas yang efektif terjadi apabila guru mampu membagi perhatian kepada beberapa kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama. Membagi perhatian dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
a.       Visual: mengalihkan pandangan dari satu kegiatan kepada kegiatan yang lain dengan kontak pandang terhadap kelompok siswa atau seorang siswa secara individual.
b.      Verbal: guru dapat memberikan komentar, penjelasan, pertanyaan, dan sebagainya terhadap aktivitas seorang siswa sementara ia memimpin kegiatan siswa yang lain.

8.      Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
Pengajaran kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta didik.
Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan dapat dilakukan dengan:
1.      Mengembangkan keterampilan dalam pengorganisasian, dengan memberikan motivasi dan membuat variasi dalam pemberiabn tugas.
2.      Membimbing dan memudahkan belajar, yang mencakup penguatan, proses awal, supervise, dan interaksi pembelajaran.
3.      Perencanaan penggunaan ruangan.
4.      Pemberian tugas yang jelas, menantang, dan menarik.



DAFTAR PUSTAKA

Crawford, Alan. 2005. TEACHING AND LEARNING STRATEGIES FOR THE
THINKING CLASSROM. The International Debate Education Association.

Dharmaraj, Dr. William. 2015. LEARNING AND TEACHING B.Ed. IYEAR.
Departement Of Education Manonmaniam. Sundaranar University,
Tirunelveli.

Noor, Ady Ferdian. 2013. Modul 1-4 Pengertian, Hakikat, dan Teori Belajar dan Pembelajaran. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.




Komentar

  1. jelaskan menurut pendapat anda proses belajar mengajar yang benar?

    BalasHapus
  2. Coba jelaskan mana keterampilan yang lebih cocok diterapkan untuk anak sd klas rendah.?

    BalasHapus
  3. Wah...materinya sangat bermanfaat sekali... Trimakasih ilmunya... Smoga brguna bgi para pembacanya amiinn

    BalasHapus
  4. berbagai macam jenis keterampilan yang di paparkan di dalam blognya, jadi kemungkinan bagi guru untuk menguasai seluruh keterampilan sangat lah minim, bagai mana menurut pendapat anda cara agar guru mampu menerapkan semua keterampilan pada proses pembelajaran, dan pembelajaran yang seperti apa..??

    BalasHapus
  5. Menurut saudari syintari, bagaimana cara kita sebagai calon guru dapat menerapkan keterampilan mengajar tersebut dengan efektif?

    BalasHapus
  6. Materi yang anda sampaikan sangat bermanfaat ๐Ÿ‘

    BalasHapus
  7. Sangat bagus materinya..
    Dan sangat membantu..

    BalasHapus
  8. Sangat bagus materinya..
    Dan sangat membantu..

    BalasHapus
  9. Karya mu keren bebs, bagi2 ilmunya donk

    BalasHapus
  10. Materinya bagus dan semoga banyak yang baca

    BalasHapus
  11. Terima kasih sudah mau berbagi, artikel ini sangat bermanfaat bagi saya

    BalasHapus
  12. Bagus sekali, Artikelnya sangat bermanfaat ๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  13. Materinya sangat bermanfaat๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  14. Terima kasih.. Materinya sangat bermanfaat..

    BalasHapus
  15. Dalam proses mengajar, menurut penulis, hal2 apa saja yg harus dihindari atau tidak boleh dilakukan oleh seorang pengajar?

    BalasHapus
  16. Tulisan ini sangat bermanfaat bagi seorang calon guru maupun orang tua,

    BalasHapus
  17. Artikel nya sangat bermanfaat. Jelas uraiannya.๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  18. Materinya sangat bagus dan bermanfaat

    BalasHapus
  19. Materi nya bagus dan bermanfaat

    BalasHapus
  20. Dalam proses belajar mengajar seringkali banyaknya siswa teralihkan perhatiannya, kurang fokus dan suasana kelas yg kurang kondusif. Bagaimana cara seorang guru dapat mengatasi masalah tersebut agar proses belajar mengajar kembali kondusif?

    BalasHapus
  21. Hallo syita..
    Dalam proses pembelajaran disekolah.aktivitas belajar mengajar tidak selalu berjalan dengan lancar. Salah satu permasalahan yg sering dijumpai yakni kesulitan belajar yg dialami peserta didik karena setiap peserta didik memiliki perbedaan kemampuan intelektual.
    Sebagai calon seorang guru apa saja usaha/kiat yg akan diterapkan dalam menangani hal tersebut?

    BalasHapus
  22. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  23. Adakah teknologi pembelajaran (situs, forum, aplikasi atau game yang dapat Anda sarankan untuk mendukung anak belajar secara mandiri?

    BalasHapus
  24. Saat proses belajar, masih sering kita jumpai murid yg malu bertanya kepada gurunya. Alasan yg sering kita jumpai karna malu, dan kurang percaya diri. Jadi Bagaimana cara seorang guru membangun kepercayaan seorang muridnya agar proses belajar mengajar bisa dikatakan berhasil?

    BalasHapus
  25. Artikel yg sangat membangun dan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  26. Materi yang di paparkan sangat lengkap, penjelasan materinya sangat mudah dipahami sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
  27. Artikelnya sangat bermanfat sekali dan sangat membangun

    BalasHapus
  28. Materinya sangat bermanfaat bagi pendidik.

    BalasHapus

Posting Komentar