BELAJAR DAN MENGAJAR
TUGAS
MANAJEMEN
KELAS DI SD
Tentang
BELAJAR
& MENGAJAR

OLEH
SYINTARI
NURUL AFDILLA
1620183
DOSEN
PENGAMPU
YESSI
RIFMASARI, M.Pd
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR ( PGSD )
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(
STKIP ) ADZKIA
2018/2019
BELAJAR DAN MENGAJAR
A. BELAJAR
DAN MENGAJAR
a. Belajar
Belajar adalah tindakan
mendapatkan pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai dengan
memahami apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukan tugas apa pun dengan
mensintesis berbagai jenis informasi yang dirasakan oleh kami.
Belajar membawa perubahan dalam perilaku
individu yang ada. Manusia, hewan, dan tumbuhan melakukan leraning.
Belajar adalah proses yang menempati peran penting dalam
membentuk struktur kepribadian dan perilaku kita. Ini mengembangkan perilaku yang diterima secara sosial
dan juga ada peluang yang sama untuk membangun sisi negatif dari perilaku
manusia. Kebutuhan belajar untuk memenuhi beberapa kebutuhan pribadi karena
merupakan tujuan dan berorientasi pada tujuan.
Belajar menurut beberapa ahli ialah:
1.
Menurut Kingsley dan
Garry
Belajar adalah proses dimana perilaku (dalam pengertian
asrama) berasal atau berubah melalui latihan atau pelatihan.
2.
Menurut Kimble
Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam
potensi perilaku yang terjadi sebagai hasil dari latihan yang diperkuat.
3.
Menurut Henry P Smith
Belajar adalah perolehan dari perilaku baru atau
penguatan atau melemahnya perilaku lama sebagai hasil dari pengalaman. Belajar
didefinisikan sebagai perolehan kebiasaan, pengetahuan, dan sikap. Ini
melibatkan cara-cara baru dalam melakukan sesuatu, dan itu beroperasi dalam
upaya individu untuk mengatasi hambatan atau menyesuaikan diri dengan situasi
baru.
Menurut Cronbach,
Harold Spears, dan Geoch (dalam Sardiman AM, 2005:20) memberikan pengertian
tentang belajar sebagai berikut :
a.
Cronbach memberikan definisi “Learning
is shown by a change in behavior as a result of experience”. Belajar adalah
memperlihatkan perubahan dalam perilaku sebagai hasil dari pengalaman.
b.
Harold Spears memberikan
batasan”Learning is to observe, to read, to initiate, to try something
themselves, to listen, to follow direction”. Belajar adalah mengamati, membaca,
berinisiasi, mencoba sesuatu sendiri, mendengarkan, mengikuti petunjuk/arahan.
c.
Geoch, mengatakan “Learning is a change
in performance as a result of practice”. Belajar adalah perubahan dalam
penampilan sebagai hasil praktek.
Dari
beberapa definisi tentang belajar di atas dapat disimpulkan bahwa belajar itu
senantiasa merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian
kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain
sebagainya.
b.
Mengajar
Istilah
belajar dan mengajar adalah dua peristiwa yang berbeda, akan tetapi antara
keduanya terdapat suatu hubungan yang erat sekali. Bahkan antara keduanya
terjadi kaitan dan interaksi satu sama lain. Antara kedua kegiatan itu saling
mempengaruhi dan saling menunjang satu sama lain.
Mengajar
berarti partisipasi dengan pelajar dalam membentuk pengetahuan, membuat makna,
mencari kejelasan, bersikap kritis, dan mengadakan justifikasi. Jadi, mengajar
adalah suatu bentuk belajar sendiri.
Menurut
Oemar Hamalik, mengajar memiliki beberapa definisi penting, diantaranya :
1. Mengajar
adalah usaha mengorganisasikan lingkungan sehingga menciptakan kondisi belajar
bagi siswa.
2. Mengajar
atau mendidik itu adalah memberikan bimbingan belajar kepada murid.
3. Mengajar
adalah kegiatan mempersiapkan siswa untuk menjadi warga Negara yang baik sesuai
dengan tuntutan masyarakat.
4. Mengajar
adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dari
beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa, “ Mengajar adalah
menyampaikan pengetahuan kepada siswa guna membantu siswa menghadapi masalah
yang terdapat pada kehidupan sehari-hari
B.
PRINSIP BELAJAR DAN MENGAJAR
a.
Prinsip Belajar
Menurut
Keller (dalam Prasetya, 1997):
1.
Attention : Perhatian muncul karena didorong oleh rasa
ingin tahu.
2.
Relevansi : Hubungan materi dengan kebutuhan dan
kondisi siswa.
3.
Confidence/percaya diri : Mendorong dan memotivasi.
4.
Satisfaction/ kepuasan :
Keberhasilan, kepuasan, memotivasi untuk melakukan kembali.
b.
Prinsip Mengajar
1.
Stimulation ( Simulasi ) : Suatu upaya yang melahirkan atau menyebabkan lahirmya
motivasi pada diri siswa untuk mempelajari sesuatu yang baru, yakni dengan
menciptakan sesuatu yang penting untuk dipelajari.
2.
Guidance ( Bimbingan ) : Membantu siswa untuk mengembangakan kemampuannya,
keterampilan, sikap dan pengetahuan sampai tingkat maksimum bagi penyesuaian
yang tepat dengan lingkunganya serta mendorong siswa untuk memiliki keberanian
dan antusiasme dalam mencapai belajar secara maksimum.
3.
Direction ( Mengarahkan ) : Mengajar bukanlah sesuatu yang sembarangan tetapi mengajar
adalah suatu kegiatan yang bertujuan, yang mengarah pada perilaku yang sudah
ditetapkan.
4.
Encouragement of learning ( Memiliki keberanian dalam
mengajar) : Membantu siswa dalam berbagai tindakan yang sesuai dengan apa yang
diarahkan oleh guru pada tingkat, prinsip, dan professional tertentu.
C.
KETERAMPILAN - KETERAMPILAN MENGAJAR
Keterampilan
mengajar adalah kecakapan atau kemampuan pengajar dalam menjelaskan konsep
terkait dengan materi pembelajaran. Dengan demikian seorang pengajar harus
mempunyai persiapan mengajar, antara lain harus menguasai bahan pembelajaran
mampu memilih strategi, metode dan media, penguasaan kelas yang baik, serta
menentukan system penilaian yang tepat.
1.
Keterampilan
Bertanya
2.
Keterampilan
Memberi Penguatan
3.
Keterampilan
Menggunakan Variasi
4. Keterampilan
Menjelaskan
5. Keterampilan
Membuka dan Menutup Pelajaran
6.
Keterampilan
Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
7. Keterampilan
Mengelola Kelas
8. Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
D.
TUJUAN KETERAMPILAN MENGAJAR
1.
Supaya guru atau tenaga pendidik dapat
memahami hakikat keterampilan dasar mengajar yang dapat dipratikkan
di dalam kelas, mengidentifikasi jenis-jenis keterampilan dasar mengajar dan
terampil menerapkan setiap jenis keterampilan dasar mengajar untuk meningkatkan
kualitas proses dan hasil pembelajaran. Dengan memiliki
pemahaman ini seorang guru akan mempunyai persiapan mengajar yang baik dalam
menguasai bahan pengajaran, mampu memilih metode yang tepat serta
bisa memberikan penguasaan kelas yang baik.
2. Tujuan yang
lain yaitu untuk membekali tenaga pendidik beberapa keterampilan dasar mengajar
dan pembelajaran. Bagi calon tenaga pendidik hal ini akan memberi pengalaman
mengajar yang nyata dan latihan sejumlah keterampilan dasar mengajar secara
terpisah, sedangkan bagi calon tenaga pendidik hal ini dapat mengembangkan
keterampilan dasar mengajarnya sebelum mereka melaksanakan tugas sebagai tenaga
pendidik. Memberikan kemungkinan calon tenaga pendidik untuk mendapatkan
bermacam keterampilan dasar mengajar serta memahami kapan dan bagaimana
menerapkan dalam program pembelajaran.
E.
MACAM – MACAM KETERAMPILAN MENGAJAR
1.
Keterampilan Bertanya
Keterampilan bertanya sangat perlu dikuasai guru untuk
menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, karena hampir dalam
setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, dan
kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kualitas jawaban siswa.
Brown menyatakan bahwa bertanya adalah setiap pernyataan yang mengkaji atau
menciptakan ilmu pada diri siswa.
Komponen keterampilan bertanya yang perlu dikuasi guru
meliputi keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjutan.
a. Komponen
keterampilan bertanya dasar mencakup:
1) Penggunaan
pertanyaan yang jelas dan singkat dengan menggunakan kata-kata yang mudah
dimengerti dan sesuai taraf perkembangannya.
2) Pemberian
acuan, berupa pernyataan yang berisi informasi yang relevan dengan jawaban yang
diharapkan dari siswa.
3) Pemindahan
giliran dan menyebar pertanyaan, untuk melibatkan seluruh siswa semaksimal
mungkin agar tercipta iklim pembelajaran yang menyenangkan.
4) Pemberian
waktu berpikir pada siswa.
5) Pemberian
tuntunan, guru hendaknya memberikan tuntunan agar murid dapat menjawab sendiri
ketika terdapat kesalahan dalam menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh guru.
b. Sedangkan
komponen keterampilan bertanya tingkat lanjut yang perlu diperhatikan adalah:
1) Pengubahan
tuntunan tingkat kognitif, guru hendaknya dapat mengubah tuntunan tingkat
kognitif siswa dalam menjawab pertanyaan dari tingkat yang paling rendah menuju
tingkat yang lebih tinggi, yaitu: evaluasi ingatan, pemahaman, penerapan,
analisis, sintesis.
2) Pengaturan
urutan pertanyaan, pertanyaan yang diajukan hendaknya mulai dari sederhana
menuju yang paling kompleks secara berurutan.
3) Pertanyaan
pelacak, diberikan jika jawaban yang diberikan peserta didik kurang tepat.
4) Mendorong
terjadinya interaksi, untuk mendorong terjadinya interaksi, sedikitnya perlu
memperhatikan dua hal berikut: pertanyaan hendaknya dijawab oleh seorang
peserta didik tetapi seluruh peserta didik diberi kesempatan singkat untuk
mendiskusikan jawabannya bersama teman dekatnya dan guru hendaknya menjadi dinding
pemantul
2.
Keterampilan Memberikan Penguatan
Penguatan adalah respon terhadap suatu tingkah laku yang
dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Respon
positif yang dilakukan guru atas perilaku positif yang dicapai anak dalam
proses pembelajaran disebut juga dengan penguatan.
Penguatan atau reinforcement adalah segala bentuk
respons yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap
tingkah laku siswa, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik
(feedback) bagi siswa atas perbuatan atau responnya yang diberiakan
sebagai suatu dorongan atau koreksi.
Ada dua jenis komponen penguatan yang bisa diberikan oleh
guru, yaitu:
a. Penguatan
Verbal.
Penguatan verbal adalah penguatan yang diungkapkan dengan
kata-kata, baik kata-kata pujian, dukungan, dan penghargaan atau kata-kata
koreksi. Misalnya: pintar sekali, bagus, betul, tepat sekali, dan lain-lain.
b. Penguatan
Nonverbal.
Penguatan nonverbal adalah penguatan yang diungkapkan melalui
bahasa isyarat. Contoh dari penguatan nonverbal yaitu:
1) Penguatan
gerak isyarat atau gerakan mimik dan badan (gestural). Dalam hal ini
guru dapat mengembangkan sendiri bentuk-bentuknya sesuai dengan kebiasaan yang
berlaku sehingga dapat memperbaikiinteraksi guru dan siswa.
2) Penguatan
pendekatan, misalnya: guru duduk didekat siswa, berdiri disamping siswa, atau
berjalan di sisi siswa. Penguatan ini berfungsi menambah penguatan verbal.
3) Penguatan
dengan sentuhan (contact), guru dapat menyatakan persetujuan dan
penghargaan terhadap usaha dan penampilan siswa dengan cara menepuk-nepuk
pundak siswa, berjabat tangan, mengangkat tangan siswa yang menang dalam
pertandingan.
4) Penguatan
berupa simbol-simbol dan benda, misalnya: kartu bergambar, bintang , dan
lain-lain.
3.
Keterampilan Menggunakan Variasi
Menggunakan variasi diartikan sebagai aktivitas guru dalam
konteks proses pembelajaran yang bertujuan mengatasi kebosanan siswa, sehingga
dalam proses belajar siswa selalu menunjukkan ketekunan, perhatian,
keantusiasan, motivasi yang tinggi dan kesediaan berperan secara aktif. Variasi
mengajar adalah perubahan dalam proses kegiatan yang bertujuan untuk
meningkatkan motivasi para siswa serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan.
Penggunaan variasi mengajar yang dilakukan guru dimaksudkan untuk:
a. Menarik
perhatian siswa terhadap materi pembelajaran yang tengah dibicarakan.
b. Menjaga
kestabilan proses pembelajaran baik secara fisik maupun mental.
c. Membangkitkan
motivasi belajar selama proses pembelajaran.
d. Mengatasi
situasi dan mengurangi kejenuhan dalam proses pembelajaran, dan memberi kemungkinan
layanan pembelajaran.
Komponen-komponen variasi yang sering dilaksanakan meliputi
variasi dalam metode dan gaya mengajar guru, variasi penggunaan media,
bahan-bahan dan sumber belajar, serta variasi dalam pola interaksi.
Variasi dalam gaya mengajar guru dapat dilakukan antara lain
melalui:
a. Variasi
suara: keras-lembut, cepat-lambat, tinggi-rendah, besar-kecil volume suara.
b. Pemusatan
perhatian: secara verbal, isyarat atau dengan menggunakan model.
c. Kesenyapan,
terutama jika anak-anak mulai bising dan hingar bingar, tidak terkendali, guru
dapat berdiri diam tanpa suara untuk beberapa saat sampai anak-anak hening
kembali.
d. Kontak
pandang: untuk meningkatkan hubungan dengan siswa dan menghadirkan hal-hal yang
bersifat interpersonal, pandanglah mata siswa dengan seksama dan lembut.
e. Gerakan
badan, bahasa tubuh (body language) dan mimik seperti perubahan ekspresi
wajah, gerakan kepala, badan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi nonlisan.
f. Perubahan
posisi guru, dari duduk menjadi berjalan mendekat dan sebagainya, hal ini harus
dilakukan secara wajar dan tidak menimbulkan kesan mengancam atau
menakut-nakuti siswa.
g. Perubahan
metode mengajar misalnya dari gaya klasikal menjadi pengaktifan kelompok kecil,
dari ceramah menjadi tanya-jawab dan sebagainya.
h. Variasi
dalam membagi perhatian, artinya guru membagi perhatiannya kepada sejumlah
kegiatan pembelajaran yang berlangsung bersamaan. Perhatian ini dapat berupa
perhatian visual dan perhatian verbal;
i.
Penggunaan selingan pemecah kebekuan (ice
breaking) berupa humor-humor segar untuk mencairkan suasana.
4.
Keterampilan Menjelaskan
Menjelaskan adalah mendeskripsikan secara lisan tentang
sesuatu benda, keadaan, fakta dan data sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang
berlaku. Menjelaskan merupakan suatu aspek penting yang harus dimiliki guru,
mengingat sebagian besar pembelajaran menuntut guru untuk memberikan
penjelasan.
Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam memberikan
suatu penjelasan, yaitu:
a. Penjelasan
dapat diberikan selama pembelajaran,baik di awal, di tengah maupun di akhir
pembelajaran.
b. Penjelasan
harus menarik perhatian peserta didik dan sesuai dengan materi standar dan
kompetensi dasar.
c. Materi
yang dijelaskan harus sesuai dengan kompetensi dasar, dan bermakna bagi peserta
didik.
d. Penjelasan
yang diberikan harus sesuai dengan latar belakang dan tingkat kemampuan peserta
didik.
5.
Keterampilan Membuka dan Menutup
Pelajaran
Keterampilan membuka dan menutup pelajaran merupakan
keterampilan dasar mengajar yang harus dikuasai dan dilatih oleh para guru agar
dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif, efisien, dan menarik.
Keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam membuka
dan menutup pelajaran mulai dari awal hingga akhir pelajaran.
Ada empat komponen keterampilan membuka pelajaran, meliputi :
a. Membangkitkan
perhatian siswa
b. Menimbulkan
motivasi
c. Memberi
acuan atau struktur
d. Menunjukkan
kaitan
6.
Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok
Kecil
Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur dan
melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka untuk mengambil
kesimpulan dan memecahkan masalah.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membimbing diskusi
adalah sebagai berikut:
a. Memusatkan
perhatian peserta didik pada tujuan dan topic diskusi.
b. Memperluas
masalah atau urunan pendapat.
c. Menganalisis
pandangan peserta didik.
d. Meningkatkan
partisipasi peserta didik.
e. Menyebarkan
kesempatan berpartisipasi dan
f. Menutup
diskusi.
7.
Keterampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan
memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya, apabila terjadi
gangguan dalam proses pembelajaran. Suatu kondisi yang optimal dapat tercapai
jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya
dalam hubungan interpersonal yang baik antara guru dan siswa serta siswa dengan
siswa merupakan syarat keberhasilan pengelolaan kelas.
Keterampilan ini bertujuan untuk :
a. Mendorong
siswa mengembangkan tingkah lakunya sesuai tujuan pembelajaran.
b. Membantu
siswa menghentikan tingkah lakunya yang menyimpang dari tujuanpembelajaran.
c. Mengendalikan
siswa dan sarana pembelajaran dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan,
untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Pengelolaan
kelas yang efektif terjadi apabila guru mampu membagi perhatian kepada beberapa
kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama. Membagi perhatian dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu
a. Visual:
mengalihkan pandangan dari satu kegiatan kepada kegiatan yang lain dengan
kontak pandang terhadap kelompok siswa atau seorang siswa secara individual.
b. Verbal:
guru dapat memberikan komentar, penjelasan, pertanyaan, dan sebagainya terhadap
aktivitas seorang siswa sementara ia memimpin kegiatan siswa yang lain.
8.
Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan
Perorangan
Pengajaran kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu
bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap
peserta didik, dan menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan
peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta didik.
Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan dapat
dilakukan dengan:
1. Mengembangkan
keterampilan dalam pengorganisasian, dengan memberikan motivasi dan membuat variasi
dalam pemberiabn tugas.
2. Membimbing
dan memudahkan belajar, yang mencakup penguatan, proses awal, supervise, dan
interaksi pembelajaran.
3. Perencanaan
penggunaan ruangan.
4. Pemberian
tugas yang jelas, menantang, dan menarik.
DAFTAR PUSTAKA
Crawford,
Alan. 2005. TEACHING AND LEARNING
STRATEGIES FOR THE
THINKING CLASSROM. The International Debate Education
Association.
Dharmaraj, Dr.
William. 2015. LEARNING AND TEACHING
B.Ed. IYEAR.
Departement Of Education Manonmaniam. Sundaranar
University,
Tirunelveli.
Noor, Ady
Ferdian. 2013. Modul 1-4 Pengertian,
Hakikat, dan Teori Belajar dan Pembelajaran. Universitas Muhammadiyah
Palangkaraya.
jelaskan menurut pendapat anda proses belajar mengajar yang benar?
BalasHapusCoba jelaskan mana keterampilan yang lebih cocok diterapkan untuk anak sd klas rendah.?
BalasHapusWah...materinya sangat bermanfaat sekali... Trimakasih ilmunya... Smoga brguna bgi para pembacanya amiinn
BalasHapusberbagai macam jenis keterampilan yang di paparkan di dalam blognya, jadi kemungkinan bagi guru untuk menguasai seluruh keterampilan sangat lah minim, bagai mana menurut pendapat anda cara agar guru mampu menerapkan semua keterampilan pada proses pembelajaran, dan pembelajaran yang seperti apa..??
BalasHapusMenurut saudari syintari, bagaimana cara kita sebagai calon guru dapat menerapkan keterampilan mengajar tersebut dengan efektif?
BalasHapusMateri yang anda sampaikan sangat bermanfaat ๐
BalasHapusSangat bagus materinya..
BalasHapusDan sangat membantu..
Sangat bagus materinya..
BalasHapusDan sangat membantu..
Karya mu keren bebs, bagi2 ilmunya donk
BalasHapusMaterinya bagus dan semoga banyak yang baca
BalasHapusBagus sekali๐
BalasHapusTerima kasih sudah mau berbagi, artikel ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapusBagus sekali, Artikelnya sangat bermanfaat ๐๐
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat๐๐
BalasHapusTerima kasih.. Materinya sangat bermanfaat..
BalasHapusDalam proses mengajar, menurut penulis, hal2 apa saja yg harus dihindari atau tidak boleh dilakukan oleh seorang pengajar?
BalasHapusTulisan ini sangat bermanfaat bagi seorang calon guru maupun orang tua,
BalasHapusArtikel nya sangat bermanfaat. Jelas uraiannya.๐๐
BalasHapusMaterinya sangat bagus dan bermanfaat
BalasHapusMateri nya bagus dan bermanfaat
BalasHapusDalam proses belajar mengajar seringkali banyaknya siswa teralihkan perhatiannya, kurang fokus dan suasana kelas yg kurang kondusif. Bagaimana cara seorang guru dapat mengatasi masalah tersebut agar proses belajar mengajar kembali kondusif?
BalasHapusHallo syita..
BalasHapusDalam proses pembelajaran disekolah.aktivitas belajar mengajar tidak selalu berjalan dengan lancar. Salah satu permasalahan yg sering dijumpai yakni kesulitan belajar yg dialami peserta didik karena setiap peserta didik memiliki perbedaan kemampuan intelektual.
Sebagai calon seorang guru apa saja usaha/kiat yg akan diterapkan dalam menangani hal tersebut?
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAdakah teknologi pembelajaran (situs, forum, aplikasi atau game yang dapat Anda sarankan untuk mendukung anak belajar secara mandiri?
BalasHapusSaat proses belajar, masih sering kita jumpai murid yg malu bertanya kepada gurunya. Alasan yg sering kita jumpai karna malu, dan kurang percaya diri. Jadi Bagaimana cara seorang guru membangun kepercayaan seorang muridnya agar proses belajar mengajar bisa dikatakan berhasil?
BalasHapusArtikel yg sangat membangun dan sangat bermanfaat
BalasHapusMateri yang di paparkan sangat lengkap, penjelasan materinya sangat mudah dipahami sangat bermanfaat sekali
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfat sekali dan sangat membangun
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat bagi pendidik.
BalasHapus