MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH
MEMBINA
HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH
Pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat saat ini amatlah
penting mengingat masyarakat berperan pula sebagai stakeholder pendidikan.
Peran ini akan mempengaruhi maju mundurnya sekolah, kepuasan pelanggan
merupakan kunci keberhasilan dari pengelolaan sebuah sekolah.
Secara etimologis, “hubungan masyarakat” diterjemahkan dari
perkataan bahasa Inggris “public relation”, yang berarti hubungan
sekolah dengan masyarakat ialah sebagai hubungan timbal balik antara suatu
organisasi (sekolah) dengan masyarakatnya.
Sekolah mempunyai kewajiban secara legal dan moral untuk
selalu memberikan penerangan kepada masyarakat tentang tujuan-tujuan,
program-program, kebutuhan-kebutuhan dan keadaannya, dan sebaliknya sekolah
harus mengetahui dengan jelas kebutuhan, harapan dan tuntutan masyarakat.
A. Disiplin
Di Sekolah
Disiplin di sekolah merupakan kedisiplinan
siswa yang dapat dilihat dari ketaatan (kepatuhan) siswa terhadap aturan (tata
tertib) yang berkaitan dengan jam belajar di sekolah, yang meliputi jam masuk
sekolah dan keluar sekolah, kepatuhan siswa dalam berpakaian, kepatuhan siswa
dalam mengikuti kegiatan sekolah, dan lain sebagainya.
Semua aktifitas siswa yang dilihat
kepatuhannya adalah berkaitan dengan aktifitas pendidikan di sekolah, yang juga
dikaitkan dengan kehidupan di lingkungan luar sekolah. Dalam pelaksanaan
disiplin, harus berdasarkan dari dalam diri siswa. Karena tanpa sikap kesadaran
dari diri sendiri, maka apapun usaha yang dilakukan oleh orang di sekitarnya
hanya akan sia-sia. Kedisiplinan mesti diterapkan secara tegas, adil dan
konsisten.
B. Disiplin
Di Masyarakat
Disiplin dimasyarakat yaitu mematuhi
dan menjalankan segala tata tertib yang berlaku ditengah-tengah masyarakat guna
membangun kehidupan bermasyarakat yang tertib, harmonis, serta meningkatkan
kualitas masyarakat tersebut dari segala sudut pandang
C. Membina
hubungan sekolah dan masyarakat
Hubungan sekolah dengan masyarakat
pada hakikatnya merupakan suatu sarana yang sangat berperan dalam membina dan
mengembangkan pertumbuhan pribadi peserta didik di sekolah. Sekolah dan
masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat dalam mencapai tujuan sekolah
atau pendidikan secara efektif dan efisien.
Berikut ini adalah jenis-jenis
hubungan sekolah dan masyarakat yaitu antara lain :
1.
Hubungan Edukatif
Merupakan hubungan kerjasama dalam
hal mendidik, yaitu antara guru dan orang tua di dalam keluarga. Hubungan ini
di maksutkan agar tidak terjadi perbedaan prinsip dan pertentangan yang dapat
menggakibatkan keragu-raguan pada diri anak atau murid. Cara kerjasama tersebut
dapat direalisaskan dengan mengadakan pertemuan yang direncanakan secara periodik
antara guru-guru di sekolah dengan orang tua murid.
2.
Hubungan Kultural
Ialah usaha kerjasama antara sekolah
dengan masyarakat yang memungkinkan adanya saling membina dan mengembangkan
kebudayaan masyarakat tempat sekolah itu berada. Untuk itu diperlukan adanya
hubungan kerjasama yang fungsional antara kehidupan di sekolah dan kehidupan
dalam masyarakat. Kegiatan kuikulum sekolah disesusikan dengan kebutuhan dan
tuntunan perkembangan masyarakat.
3.
Hubungan Institusional
Yaitu hubungan kerjasama antara
sekolah dengan lembaga-lembaga atau instansi-instansi resmi lain. Dengan adanya
hubungan ini, sekolah dapat meminta bantuan dari lembaga lain, baik berupa
tenaga pengajar, pemberi ceramah, dan pengembangan materi kurikulum, maupu
bantuan yang berupa fasilitas.
D. Contoh
Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat
1.
Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Terkait Kedisiplinan
Hubungan antara sekolah dan orang
tua tersebut maka manfaat yang diharakan diperoleh adalah:
a. Orang tua siswa mengetahui tentang
kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sekolah.
b. Sekolah mengetahui semua kegiatan
orang tua dan para siswa di rumah.
c. Orang tua siswa mau memberi
perhatian yang sangat besar dalam menunjang kegiatan-kegiatan sekolah.
2.
Hubungan Sekolah Dengan Instansi Terkait
Sekolah perlu membina hubungan baik
secara timbal balik dengan instansi terkait, instansi terkait itu seperti
Lurah/ Kepala Desa, Puskesmas, Camat, Polsek, Koramil, LKMD, dan Posyandu.
Hubungan yang dijalin dan upaya yang perlu dilaksanakan oleh sekolah, antara
lain sebagai berikut:
a. Menginformasikan program sekolah
b. Ikut serta dalam kegiatan yang
diadakan pemerintah, sepanjang tidak mengganggu proses belajar mengajar
c. Pada saat yang diperlukan, Kepala
Sekolah atau guru yang ditunjuk mengadakan kunjungan ke Instansi Pemerintah
sebagai salah satu cara pendekatan dari pihak sekolah,
d. Sekali-kali dapat mengundang Pejabat
Pemerintah d luar Depdikbud sebagai pembina dalam upacara bendera.
DAFTAR PUSTAKA
Popi, Sopiatin. 2010. Manajemen
Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Cilegon: Ghalia
Indonesia.
Rachman, Maman. 1998. Manajemen
Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Majid, Abdul. 2005. Perencanaan pembelajaran.
Bandung: Rosda Karya.
Komentar
Posting Komentar