MANAJEMEN PEMBELAJARAN


MANAJEMEN PEMBELAJARAN

A.    Konsep Manajemen Pembelajaran
1.      Pengertian Manajemen
Manajemen secara bahasa (Etimologi) manajemen berasal dari kata kerja “ to manage ” yang berarti mengatur. Adapun menurut istilah (Terminologi) Manajemen adalah suatu proses khas yang terdiri atas tindakan – tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian untuk menentukan serta mencapai tujuan melalui pemanfaatan SDM dan sumber daya lainnya.
Manajemen juga sering diartikan sebagai ilmu dan profesi. Dikatakan sebagai ilmu karena manajemen dipandang sebagai suatu bidang pengetahuan yang secara sistematik berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja sama. Sedangkan dikatakan profesi karena manajemen dilandasi oleh keahlian khusus untuk mencapai suatu prestasi manajer dan para professional dituntun oleh kode etik.
Menurut Terry yang dikutip Syafaruddin, , menyatakan bahwa Manajemen merupakan proses yang khas yang terdiri dari tindakan – tindakan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanan dan pengendalian yang digunkan baik ilmu pengetahuan maupun keahlian dan yag diikuti secara berurutan dalam rangka usaha mencapai sasaran yang telah ditetapkan semula.
Menurut Henri L, Sisk, Ph. D , menyatakan bahwa Manajemen adalah koordinasi semua sumber daya melalui  proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, dan mengendalikan untuk mencapai tujuannya.
Menurut Sudjana, Manajemen merupakan rangkaian berbagai kegiatan yang dilakukan seseorang berdasarkan norma – norma yang telah ditetapkan dan dalam pelaksanaanya memiliki hubungan – hubungan dan saling keterkaitan lainnya.
Dari beberapa menurut para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Manajemen adalah suatu proses pengelolaan atau pengaturan yang menggunakan  kemampuan dan keterampilan yang di miliki oleh seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan evaluasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

2.      Pengertian Pembelajaran.
Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai susatu proses membelajarkan pesera didik yang telah direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi agar siswa / peserta didik mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru secara terprogram akan menciptakan proses interaksi antara sesama peserta didik, guru dengan peserta didik dan sumber belajar. pembelajaran bertujuan untuk menciptakan perubahan secara terus menerus dalam perilaku dan pemikiran siswa pada suatu lingkungan belajar.
Menurut Trianto (2010:17), mengatakan Pembelajaran merupakan aspek kegiatan manusia kompleks, yang tidak sepenuhnya dapat di jelaskan. Pembelajaran dalam makna kompleks adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya (mengarahkan interaksi siswa dengan sumber belajar lainnya) dalam mencapai tujuan yang diharapkan.
Menurut Mulyasa, 2003 menyatakan Pembalajarn merupakan proses interaksi antara siswa dengan lingkunganya, sehingga terjadi perubahan perilaku kea rah yang lebih baik.
Menurut Nazarudin (2007: 163), menyatakan bahwa pembelajaran adalah suatu perubahan dari peristiwa atau situasi yang di rancang sedemikian rupa dengan tujuan memberikan bantuan atau kemudahan dalam proses belajar mengajar sehingga bisa mencapai tujuan belajar.
Dari beberapa menurut para ahli di atas, dapat di simpulkan bahwa Pembelajaran adalah suatu perubahan dari peristiwa atau situasi yang dirancang sedemikian rupa dengan tujuan memberikan bantuan atau kemudahan dalam proses belajar mengajar sehingga bisa mencapai tujuan belajar.

3.      Konsep Manajemen Pembelajaran.
Manajemen pembelajaran dapat diartikan proses mengelola yang meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian,, (pengarahan) dan pengevaluasian kegiatan yang berkaitan dengan proses membelajarkan si pembelajar dengan mengikutsertakan berbagai factor didalamnya untuk mencapai tujuan.
Manajemen pembelajaran terkait dengan penerapan standard proses pembelajaran. Standard ini mencakup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran dan pengawasan, pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Manajemen Pembelajaran merupakan proses mengelola kegiatan proses belajar mengajar dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengevaluasian kegiatan pembelajaran sampai pada penilaian pembelajaran yang berkaitan dengan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan.

B.     Tujuan Manajemen Pembelajaran
Tujuan manajemen adalah terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan, dan tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Terciptantanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan lainnya.
Manajemen dilakukan agar pelaksanaan suatu usaha terencana secara sistematis dan dapat dii evaluasi secara benar, akurat dan lengkap sehingga mencapai tujuan sebagai berikut :
1.      Produktivitas
Produktivitas Adalah perbandingan terbaik antara hasil yang diperoleh dengan jumlah besar yang dipergunakan. Produktivitas secara komprehensif adalah keluaran yanga banyak dan bermutu dan tiap-tiap fungsi atau peranan penyelenggaraan pendidikan.
2.      Berkualitas
Kualitas menunjukan pada suatu ukuran penilaian yang diberikan kepada suatu barang atau jasa berdasarkan pertimbangan objektif.
3.      Efektifitas
Merupakan ukuran keberhasilan mencapai tujuan pembelajaran. Efektifitas berarti berusaha untuk dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.
4.      Efisien
Efisiensi dalam pembelajaran adalah pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal dengan penggunaan sumber daya seminimal mungkin, dari waktu, biaya, tenaga dan sarana.
                       
C.    Kebijakan Tentang Manajemen Pembelajaran
1.      Perencanaan Kebijakan
Perencanaan merupakan usaha yang dilakukan kepala sekolah untukmengembangkan strategi yang akan dilaksanakan untuk mengubah kondisi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
a.       Peningkatan kualitas guru.
b.      Kegiatan belajar mengajar.
c.       Siswa sebagai pusat.

2.      Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemecahan masalah dengan menentukan pilihan dari beberapa alternatifuntuk menetapkan suatu tindakan dalam mencapai tujaun yang diinginkan. Keputusan yang diambil bersifat terstruktur dan tidak terstruktur. Keputusan yang terstruktur dapat diambil seperti informasi, data, dan fakta secara lengkap untuk memecahkan masalah sesuai prosedur. Sedangkan keputusan yang tidak terstruktur merupan keputusan yang diambil seperti data dan informasi yang tidak tersedia untuk pengambilan keputusan.

3.      Kebijakan Sekolah
Membangun komunitas belajar yang produktif dan memotivasi siswa agar terlibat dalam kegiatan bermakna adalah tujuan utama pengajaran. Sebaliknya guru – guru yang efektif menerapkan berbagai sebuah aspek permanen kelasnya yang kebutuhan psikologis siswam- siswanya terpenuhi bahwa mereka menemukan kegiatan belajar yang menarik dan bermakna serta mereka yakin akan berhasil.

D.    Peran Guru Dalam Manajemen Kelas
Seorang guru adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengajar subjek didik secara formal. Namun, mengajar tidak hanya tentang memberikan materi kepada siswa, tetapi juga proses mengubah perilaku siswa. ( Sanjaya, 2014: 2)
Berdasarkan definisi diatas, guru memiliki peran penting dalam pendidikan terutama bagi siswa. Menurut Sanjaya ( 2006: 21-23 ) ada beberapa peran guru, antara lain sebagai berikut :
1.      Guru sebagai Sumber Informasi.
Peran guru sebagai Sumber Informasi adalah dimana guru memegang kompetensi dalam menguasai dan memahami materi pembelajaran, dan guru memiliki kemampuan untuk menyediakan dan mejelaskan subjek belajar bagi siswa.
2.      Guru sebagai Fasilitator.
Peran guru sebagai Fasilitator adalah dimana guru memiliki keawajiaban untuk menyediakan layanan untuk memfasilitasi, membantu, dan mendukung siswa untuk mencapai keberhasilan belajar dalam proses pembelajaran. Dan guru memiliki kemampuan untuk memilih dan menggunakan media pembelajaran yang mendukung kegiatan belajar.
3.      Guru sebagai Manajer.
Sebagai manajer, guru memiliki kemampuan untuk membangun dan memelihara lingkungan belajar yang efektif, aman dan nyaman bagi siswa. Dan guru juga memiliki kompetensi merancang rencana pelajaran, memutuskan kegiatan pembelajaran, dan menciptakan suasana kelas yang nyaman untuk belajar.
4.      Guru sebagai Demonstrator.
Sebagai demonstrator, peran dimana guru menjadi teladan bagi siswa. Guru memainkan peran ini dengan menunjukan contoh yang baik dan cara yang baik ketika melalkukan interaksi dengan orang lain
5.      Guru sebagai Supervisor.
Guru sebagai supervisor adalah peran dimana guru memegang tanggung jawab untuk membimbing siswa untuk menjadi lebih baik dengan cara yang baik.
6.      Guru sebagai Motivator.
Guru sebagai Motivator dapat diterapkan melalui pemberian motivasi kepada siswa, menciptakan situasi yang menyenangkan belajar, memberikan pujian, dan pengarahan ketika siswa berhasil mencapai tujuan pembelajaran.
7.      Guru sebagai Evaluator.
Guru sebagai evaluator memiliki peran untuk mengumpulkan data, informasi, dan mengevaluasi kinerja siswa. Dan juga mengevaluasi guru untuk melaksanakan proses pembelajaran untuk mmbuat perbaikan lebih lanjut.

E.     Kode Etik Guru
1.      Guru berbaktimembimbing peserta didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan dan berjiwa pancasila.
2.      Guru memiliki kejujuran professional dalam menreapkan kurikukulum sesuai dengan kenutuhan peserta didik masing – masing.
3.      Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta diidk sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan, tetapi menghindari diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4.      Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik – baiknya bagi kepentingan peserta didik.
5.      Guru memelihata hubungan dengan masyarakat disekitar sekolah maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan.
6.      Guru secara pribadi dan bersama – sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7.      Guru menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun  dalam hubungan keseluruhan.
8.      Guru secara bersama – sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.
9.      Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.

DAFTAR RUJUKAN

Husaini, Usman. 2006. Teori Manajemen. Jakarta : Bumi Aksara.
Malayu S.P. Hasbuan. 2007. Manajemen, Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta :
PT. Bumi Aksara.
Syafaruddin dan Nasution. 2005. Manajemen Pembelajaran. Jakarta : Quantum
Teaching.
Syifurahman dan Tri Ujiyati. 2013. Manajemen Dalam Pembelajaran. Jakarta :
Indeks
Suryapermana, Nana. 2016. Manajemen Pembelajaran dalam Dunia Pendidikan.
Jurnal Pendidikan Islam Vol.1 No.2. Diakses pada hari Selasa, 30 Juli 2019 pukul 10.15 WIB


Komentar

  1. Terimakasih kak, sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
  2. Bermanfaat bagi guru dan calon guru,

    BalasHapus
  3. Bagusss, sangat bermanfaat bagi guru dan jugaaa pelajarnya..

    BalasHapus
  4. Sangay bagus,sangat bermanfaat 👍

    BalasHapus
  5. Sungguh memberikan pemahaman cukup mendalam tentang manajemen pembelajaran.

    BalasHapus
  6. Terimakasih informasinya sangat bagus dan bermanfaat

    BalasHapus
  7. Hallo syita..
    Dalam proses pembelajaran disekolah.aktivitas belajar mengajar tidak selalu berjalan dengan lancar. Salah satu permasalahan yg sering dijumpai yakni kesulitan belajar yg dialami peserta didik karena setiap peserta didik memiliki perbedaan kemampuan intelektual.
    Sebagai calon seorang guru apa saja usaha/kiat yg akan diterapkan dalam menangani hal tersebut?

    BalasHapus
  8. Dalam mengajar, apakah Anda fokus pada kekuatan atau kelemahan anak?tolong dijelaskan?😉

    BalasHapus
  9. Bagus dan sangat bermanfaat, trimakasih 😍😍😍

    BalasHapus
  10. Bagus dan sangat bermanfaat, trimakasih 😍😍😍

    BalasHapus
  11. Materinya bagus sekali ya
    Saya suka membacanya..
    Tapi saya punya pertanyaan sampai saat ini masih membuat saya penasaran😊
    Bagaimana sikap anda dalam menghadapi anak-anak yg kurang konsentrasi atau kurang fokus dalam belajar padahal Anda yakin anak tersebut mampu dan bisa mengikuti yg anda pelajari??
    Berikan tanggapan anda dan kiat dalam menghadapi siswa/siswi yg memiliki masalah tersebut..
    Trimakasih😊

    BalasHapus
  12. Artikel yg sangat membangun dan bermanfaat👍🏻

    BalasHapus
  13. Penjelasannya materinya sangat bagus sekali dan bermanfaat ,bagaiman a seharusnya seorang pendidik

    BalasHapus
  14. Materi yang di jelasankan sangat bermanfaat bagi pendidik, apalagi pendidik pemula dalam mengatasi situasi kelas maupun peserta didiknya

    BalasHapus

  15. Materinya sangat bermanfaat bagi pendidik.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR DAN MENGAJAR

MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH