ASPEK, FUNGSI, DAN FAKTOR MANAJEMEN KELAS


ASPEK, FUNGSI, DAN FAKTOR MANAJEMEN KELAS
A.     ASPEK – ASPEK MANAJEMEN KELAS
1.      Inovasi Pendidikan dalam Lingkup Kelas
Inovasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu perubahan (baru), gagasan, dan bersifat kualitatif dalam rangka memecahkan masalah pendidikan. Guru melakukan tindakan-tindakan atau usaha-usaha yang bersifat kreatif dan inovatif.
Inovasi yang dapat dilakukan guru dalam manajemen kelas seperti inovasi strategi pembelajaran, media pembelajaran, dan metode mengajar.

2.      Permasalahan Kelas
Masalah manajemen kelas, yaitu antara lain :
a.       Masalah individual
Munculnya masalah individu didasarkan pada asumsi bahwa tingkah laku individu merupakan upaya mencapai tujuan tertentu yaitu pemenuhan kebutuhan untuk diterima oleh kelompok dan untuk mencapai harga diri.

b.      Masalah kelompok.
Aspek masalah kelompok yaitu sebagai berikut :
1.      Kesatuan kelompok
2.      Interaksi dan komunikasi
3.      Struktur kelompok
4.      Tujuan-tujuan kelompok
5.      Kontrol
6.      Iklim kelompok

3.      Kelas yang Nyaman dan Menyenangkan
Kelas merupakan taman belajar bagi siswa. Kelas adalah tempat bagi para siswa untuk tumbuh dan berkembangnya potensi intelektual dan emosional.
Sedangkan syarat – syarat kelas yang baik adalah :
a.       Rapi, bersih, sehat, tidak lembab
b.      Cukup cahaya yang meneranginya
c.       Sirkulasi udara cukup
d.      Perabot dalam keadaan baik, cukup jumlahnya dan ditata dengan rapi.

Siswa akan merasa betah dikelas manakala kelas tersebutnya menyenangkan. Kelasku adalah surgaku.

B.     FUNGSI MANAJEMEN KELAS
1.      Perencanaan
Perencanaan merupakan kegiatan berpikir (mind) untuk menetapkan tujuan. Perencanaan pembelajaran adalah upaya untuk menentukan kegiatan yang akan dilakukan dalam mencapai kompetensi yang diharapkan dan harus dimiliki oleh peserta didik.
Perencanaan pembelajaran adalah suatu upaya untuk menentukan berbagai kegiatan yang akan dilakukan dalam kaitan dengan upaya untuk mencapai tujuan proses pembelajaran.
2.      Pengorganisasian
Perencanaan dan pengorganisasian pengajaran memegang peran penting dalam keefektifan kelas. Pengorganisasian pengajaran yang diterapkan disekolah harus memperhatikan factor perbedaan kemampuan dan latar belakang siswa.
Sehingga sekolah dalam pengorganisasian kelas tidak salah mengelompokkan siswa kedalam kelompok atau kelas. Pengajaran yang dapat diterapkan oleh sekolah ialah pengajaran secara individual dan klasikal.

3.      Menggerakkan
Penggerakan adalah tindakan untuk memulai, memprakarsai, memotivasi dan mengarahkan, serta mempengaruhi orang lain agar mengerjakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan.
Guru juga harus memahami bahwa tantangan dalam bidang pembelajaran sekarang adalah bagaimana menciptakan lingkungan sekolah yang membuat siswa belajar.
Guru mengatur siswa berdasarkan situasi yang ada ketika terjadi proses pembelajaran. Guru membangun sikap positif melalui spirit motivasi tinggi kepada siswa, agar tekun belajar.

4.      MemberikanArahan
Memberikan arahan dalam konteks manajemen kelas adalah usaha seorang guru dalam memberikan petunjuk dan bimbingan kepada siswa agar terhindar dari hambatan dalam belajar. Hambatan belajar dapat berasal dari factor intern dan ekstern siswa.
Arahan yang diberikan kepada guru diharapkan dapat mengurangi dan menghilangkan rasa takut gagal siswa dalam belajar. Ada semacam tambahan energy manakala seorang guru memberikan nasihat dan arahan kepada siswa. Sehingga pendekatan hati menentukan dalam pemberian arahan kepada siswa.

5.      Pengkoordinasian
Melakukan koordinasi dalam konteks manajemen kelas berarti mengatur baik-baik kegiatan pembelajaran supaya dalam praktiknya dapat terarah dengan baik. Keefektifan manajemen kelas dipengaruhi juga oleh keseimbangan yang proporsional dan kesesuaian antara materi, media, metode, dan alokasi waktu pembelajaran.
Guru dalam penentuan ini dapat melakukan diskusi kolegial dengan guru lain, atau peristiwa-peristiwa yang dialami pada saat mengajar dijadikan dasar dalam menyelaraskan semua variable pembelajaran.

6.      Pengawasan
Pengawasan merupakan suatu proses untuk menerapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya, dan bila perlu mengoreksi dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula. Apa yang dirasakan guru dalam pembelajaran merupakan hal yang utama untuk dianalisis guna melakukan pengawasan terkait kegiatan pembelajaran.
Sehingga sudut pandang pengawasan lebih bersif atemik, artinya mengutamakan penilaian diri sendiri dari guru terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Berdasarkan hasil tersebut dijadikan acuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran agar lebih baik. Evaluasi hasil belajar siswa menjadi dasar dalam mengevaluasi keberhasilan guru dalam pembelajaran.

C.     FAKTOR – FAKTOR MEMPENGARUHI MANAJEMEN KELAS
Keberhasilan manajemen kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran, dipengaruhi oleh beberapa faktor menurut Djamarah dalam karwati ( 2014:28 ) yaitu sebagai berikut :


1.      Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran.
a.      Ruangan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
Ruangan tempat belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan dan saling menganggu antara siswa yang satu dengan lainnya pada saat melakukan aktivitas belajar. Besarnya ruangan kelas tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah siswa yang melakukan kegiatan. Jika ruangan itu tersebut mempergunakan hiasan, pakailah hiasan-hiasan yang mempunyai nilai pendidikan.

b.      Pengaturan tempat duduk
Dalam mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru dapat mengontrol tingkah laku siswa. Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar.

c.       Ventilasi dan pengaturan cahaya Suhu
Ventilasi dan penerangan (kendati pun guru sulit mengatur karena sudah ada) adalah aset penting untuk terciptamya suasana belajar yang nyaman. Oleh karena itu, ventilasi harus cukup menjamin kesehatan siswa.

d.      Pengaturan penyimpanan barang-barang
Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai kalau segera diperlukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan belajar. Barang-barang yang karena nilai praktisnya tinggi dan dapat disimpan di ruang kelas seperti buku pelajaran, pedoman kurikulum, kartu pribadi dan sebagainya, hendaknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu gerak kegiatan siswa.

2.      Kondisi Sosio – Emosional

a.      Sikap Guru
Sikap guru dalam menghadapi peserta didik yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku peserta didik akan dapat diperbaiki kalaupun guru terpaksa membenci, bencilah tingkah lakunya, bukan membenci peserta didiknya.

b.      Pembinaan Hubungan Baik
Pembinaan hubungan baik antara guru dan peserta didik dalam masalah pengelolaan kelas adalah hal yang sangat penting. Dengan terciptanya hubungan baik guru – peserta didik, diharapkan peserta didik senantiasa gembira, penuh gairah dan semangat bersikap optimistik, realistik dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukannya.

3.      Kondisi Organisasional
Secara umum faktor kondisi organisasional yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu :

a.      Faktor Internal Peserta Didik
Berhubungan dengan masalah emosi, pikiran dan perilaku. Kepribadian peserta didik dengan ciri – ciri khasnya masing masing., menyebabkan peserta didik berbesa dengan peserta didik lainnya secara individual. Perbedaan individual ini dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis.

b.      Faktor Eksternal Peserta Didik
Berkaitan dengan masalah suasana lingkungan belajar, penempatan peserta didik, dan sebagai nya. Jumlah peserta didik di kelas akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah peserta didik di kelas, akan cenderung lebih mudah munculnya konflik yang menyebabkan ketidaknyamanan, begitupun sebaliknya.






DAFTAR RUJUKAN
Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. 1996. Pengelolaan Kelas, Seri Peningkatan
Mutu 2. Jakarta : Depdagri dan Depdikbud.
Karwati, Euis. 2014. Manajemen Kelas ( Classroom Management ) Guru Profesional
Yang Inspiratif, Kreatif, Menyenangkan dan Berprestasi. Bandung: Alfabeta.
Maman Rahman. 1998. Manajemen Kelas, Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud.
M. Entang, T raka Joni an Prayitno.1985. Pengelolaan Kelas, Proyek Pengembangan
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud


Komentar

  1. Materi yg di sampaikan sangat berguna dan bermanfaat👍🏻

    BalasHapus
  2. 9 08.25
    Artikel sangat bermanfaat, semoga bisa diterapkan pd peserta didik

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR DAN MENGAJAR

MANAJEMEN PEMBELAJARAN

MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH