KOMPONEN KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS
KOMPONEN-KOMPONEN
KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS
A. PENGERTIAN
KOMPONEN KETERAMPILAN MAJEMEN KELAS
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
komponen diartikan dengan bagian dari keseluruhan dari unsur. Sementara
keterampilan berasal dari kata terampil. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
kata terampil diartikan sebagai cakap dalam menyelesaikan tugas, mampu, dan
cekatan. Sementara keterampilan diartikan sebagai kecekapan untuk menyelesaikan
tugas. Jadi, komponen keterampilan manajemen kelas adalah keseluruhan kemampuan
yang dimiliki oleh guru dalam menyelesaikan tugasnya sebagai manajeman kelas.
B. MACAM
– MACAM KOMPONEN KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS
Keterampilan mengelola kelas
dibedakan menjadi dua komponen, yaitu sebagai berikut :
1. Keterampilan
yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang
optimal (bersifat preventif)
a.
Menunjukkan Sikap Tanggap
Menggambarkan tingkah laku guru yang
tampak pada siswa, bahwa guru sadar dan tanggap terhadap perhatian
keterlibatan, masalah dan ketidak acuan mereka. Dengan adanya sikap ini siswa
merasa guru hadir ditengah mereka. Kesan ketanggapan ini dapat
ditunjukkan dengan berbagai cara seperti berikut.
1)
Memandang Secara Saksama
Memandang secara seksama dapat
mengundang dan melibatkan siswa dalam kontak pandangan serta interaksi
antarpribadi yang dapat ditampakkan dalam pendekatan guru untuk bercakap-cakap,
bekerja sama, dan menunjukkan rasa persahabatan. Memungkinkan guru meliput
keterlibatan siswa dalam tugas di kelas serta menunjukkan kesiapan guru
untuk memberi respon baik terhadap kelompok maupun individu.
2)
Memberikan
Pernyataan
Pernyataan guru terhadap sesuatu
yang dikemukakan siswa sangat diperlukan, baik berupa tanggapan, komentar,
ataupun yang lain. Hal ini terkomunikasi kepada siswa melalui pernyataan
guru bahwa ia telah siap untuk memulai kegiatan belajar serta siap memberi
respon terhadap kebutuhan siswa. Hal yang harus dihindari adalah menunjukkan
dominasi guru dengan pernyataan atau komentar yang mengandung ancaman.
Contoh : “Saya menunggu sampai
kalian diam”.
3)
Gerak Mendekati
Gerak guru dalam posisi mendekati
kelompok kecil atau individu menandakan kesiagaan, minat dan
perhatian guru yang diberikan terhadap tugas serta aktivitas siswa. Gerak
mendekati hendaklah dilakuan secara wajar, bukan untuk menakut-nakuti,
mengancam, atau member kritikan dan hubungan. Hal ini menunjukkan
kesiapan, minat dan perhatian kepada siswa. Hal ini membantu siswa yang
menghadapi kesulitan belajar, mengalami frustasi atau sedang marah.
4)
Memberikan Reaksi Terhadap Gangguan
Dan Kekacuan Siswa
Apabila ada siswa yang menimbulkan gangguan atau menunjukkan
ketakacuhan, guru dapat member reaksi dalam bentuk teguran. Dengan adanya
teguran menandakan adanya guru bersama siswa. Teguran harus diberikan pada saat
yang tepat serta dialamatkan pada sasaran yang tepat.Teguran haruslah diberikan
pada saat yang tepat dan sasaran yang tepat pula sehingga dapat mencegah
meluasnya penyimpangan tingkah laku.
b.
Membagi Perhatian
Pengelolaan kelas yang efektif terjadi apabila guru membagi
perhatian kepada beberapa kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama. Hal
ini dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
1)
Visual
Hal ini mennjukkan perhatian terhadap sekelompok siswa atau
individu namun tidak kehilangan keterlibatannya dengan kelompok siswa atau
individu.
Keterampilan ini digunakan untuk memonitor kegiatan kelompok
atau individu, mengadakan koreksi kegiatan siswa, memberi komentar atau memberi
reaksi terhadap siswa yang mengganggu.
2)
Verbal
Guru dapat memberikan komentar, penjelasan,
pernyataan, dan sebagainya terhadap aktivitas seorang siswa sementara ia
memimpin kegiatan siswa yang lain.
Penggunaan teknik visual maupun verbal menunjukkan bahwa
guru menguasai kelas.
3)
Memusatkan Perhatian
Keterlibatan siswa dalam KBM dapat dipertahankan apabila
dari waktu kewaktu guru mampu memusatkan kelompok terhadap tugas-tugas yang
dilaksanakan. Hal ini dapat dilaksanakan dengan cara :
a)
Menyiagakan Siswa
Menciptakaan suasana yang menarik
sebelum guru menyampaikan pertanyaan atau topik pelajarannya. Bertujuan
untuk menghindari penyimpangan perhatian siswa. Misalnya : “ coba
anak-anak, semuanya memperhatikan dengan teliti gambar ini untuk membedakan
daerah mana yang subur dan daerah mana yang tanahnya gersang.
b)
Menuntut Tanggung Jawab Siswa
Hal ini berhubungan dengan cara guru
memegang teguh kewajiban dan tanggung jawab yang dilakukan oleh siswa serta
keterlibatan siswa dalam tugas-tugas. Misalnya dengan meminta kepada siswa
untuk memperagakan, melaporkan, dan memberi respons. Komunikasi yang
jelas dari guru mengenai tugas siswa merupakan hal yang sangat penting dalam
mempertahankan pusat perhatian siswa.
c)
Memberikan Petunjuk yang Jelas
Hal ini berhubungan dengan cara guru dalam memberikan
petunjuk agar jelas dan singkat dalam pelajaran sehingga tidak terjadi
kebingungan dari pada siswa. Petunjuk yang diberikan harus bersifat
langsung, dengan bahasa yang jelas dan tidak membingungkan serta dengan
tuntutan yang wajar dapat dipenuhi oleh siswa.
d)
Menegur
Apabila terjadi tingkah laku siswa yang menggangu kelas atau
kelompok dalaam kelas, hendaklah guru menegurnya secara verbal. Teguran verbal
yang efektif ialah yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1) Tegas dan jelas tertuju kepada siswa yang mengganggu serta
pada tingkah lakunya yang menyimpang
2) Menghindari peringatan yang kasar dan menyakitkan atau yang
mengandung penghinaan.
3) Menghindari ocehan atau ejekan guru atau yang berkepanjangan
4) Guru dan siswa lebih baik mengadakan kesepakatan sehingga
penyimpangan yang terjadi hanya sifatnya mengingatkan
e)
Memberi Penguatan
Komponen ini digunakan untuk mengatasi siswa yang tidak mau
terlibat dalam kegiatan pembelajaran atau menggangu temanya. Yaitu dengan cara.
1)
Guru dapat memberikan penguatan
kepada siswa yang menggagu yaitu dengan jalan ”menangkapnya” ketika ia
melakukan tingkhlaku yang wajar dan berusaha “ menangkapnya” ketika ia
melakukan tingkah yang tidak wajar dan berusaha “ menangkapnya” ketika ia
melakukan tindakan yang tidak wajar dengan tujuan perbuatan yang wajar tadi
dapat terulang.
2)
Guru dapat memberikan berbagai
komponen penguatan kepada siswa yang bertingkah laku yang wajar kepada siswa
yang lain untuk menjdi teladan.
2.
Keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi
belajar yang optimal
Keterampilan ini berkaitan dengan respon guru terhadap
gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan
tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Apabila
terdapat siswa yang menimbulkan gangguan yang berulang-ulang walaupun guru telah
menggunakan tingkah laku dan respon yang sesuai, guru dapat meminta bantuan
kepada kepala sekolah, konselor sekolah, atau orang tua siswa.
Bukanlah kesalahan profesional guru apabila ia tidak dapat
menangani setiap problema siswa di dalam kelas. Namun, pada tingkat tertentu
guru dapat menggunakan seperangkat strategi untuk tindakan perbaikan terhadap
tingkah laku siswa yang terus menerus menimbulkan gangguan dan yang tidak mau
terlibat dalam tugas di kelas. Strategi tersebut adalah :
a.
Modifikasi tingkah laku. Guru
hendaknya menganalisis tingkah laku siswa yang mengalami masalah atau kesulitan
dan berusaha memodifikasi tingkah laku tersebut dengan mengaplikasiakan
pemberian penguatan secara sistematis.
b.
Guru dapat menggunakan pendekatan
pemecahan masalah kelompok dengan cara :
1)
Memperlancar tugas-tugas :
Mengusahakan terjadinya kerja sama yang baik dalam pelaksanaan tugas.
2)
Memelihara kegiatan-kegiatan
kelompok : Memelihara dan memulihkan semangat siswa dan menangani konflik yang
timbul.
c.
Menemukan dan memecahkan tingkah
laku yang menimbulkan masalah. Guru dapat menggunakan seperangkat cara untuk
mengendalikan tingkah laku keliru yang muncul, dan ia mengetahui sebab-sebab
dasar yang mengakibatkan ketidakpatutan tingkah laku tersebut serta berusaha
untuk menemukan pemecahannya.
C. PERMASALAHAN
DALAM KOMPONEN KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS
Dalam menangani tugasnya, guru-guru
sering menghadapi permasalahan dengan kegiatan-kegiatan didalam kelasnya.
Permasalahan ini meliputi dua jenis juga, yaitu yang menyangkut pengajaran dan
yang menyangkut pengelolaan kelas. Guru-guru harus mampu membedakan kedua
permasalahan itu dan menemukan pemecahannya secara tepat. Amat
sering terjadi guru-guru menangani masalah yangbersifat pengajaran dengan
pemecahan yang bersifat pengelolaan dan sebaliknya.
Masalah-masalah dalam pengelolaan
kelas yang terjadi , yaitu :
1.
Pola perilaku mencari perhatian
Contohnya seperti seorang anak yang gagal menarik
perhatian orang lain boleh jadi menjadi anak yang mengejar kekuasaan.
2.
Pola perilaku menunjukkan
kekuatan/kekuasaan
Contohnya seperti suka mendekat, berbohong,
menampilkan adanya pertentangan pendapat, tidak mau melakukan yang
diperintahkan orang lain dan menunjukkan sikap tidak patuh secara terbuka.
3.
Pola perilaku menunjukkan balas dendam
Contohnya seperti mengalami frustasi yang amat dalam
dan tidak menyadari bahwa dia sebenarnya mencari sukses dengan jalan menyakiti
orang lain.
4.
Peragaan ketidakmampuan
Contohnya
seperti merasa amat tidak mampu berusaha mencari sesuatu yang dikehendakinya
(yaitu rasa memiliki) yang bersikap menyerah terhadap tantangan yang
menghadangnya bahkan siswa ini menganggap bahwa yang ada dihadapannya hanyalah
kegagalan yang terus menerus.
DAFTAR
RUJUKAN
Bahri Djamarah, Syaiful dan Zain, Aswan. 2006. Strategi
Belajar Mengajar. Jakarta:
Rineka Cipta.
Mudasir.2011.Manajemen
Kelas. Pekanbaru : Zanafa Publishing.
Rukmana, Ade dan Suryana, Asep. 2006. Pengelolaan
Kelas. Bandung: Upi
Press.
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan
Zain.2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta :
Rineka Cipta.
Bagus dan sangat bermanfaat artikelnya
BalasHapusMateri yg di sampaikan sangat membantu dan sangat bermanfaat
BalasHapus9 08.25
BalasHapusArtikel sangat bermanfaat, semoga bisa diterapkan pd peserta didik