MASALAH DALAM KELAS DAN UPAYA PEMECAHANNYA
MASALAH DALAM KELAS DAN UPAYA PEMECAHANNYA
A.
Kebijakan Penanganan Masalah Dalam Kelas
1.
Melakukan pendekatan
terhadap siswa
Maksudnya yaitu dalam melakukan pendekatan kepada
siswa guru bias melakukan pendekatan melalui bimbingan konseling. Maksud
konseling disini yaitu guru leih dekat dengan siswa serta memahami dan dapat
memberiksn arahan serta solusi tarhadap permaslahan yang dihadapi oleh siswa
tersebut dengan cara ini siswa dapat mampu menceritakan kepada gurunya tentang
permasalahan yang sedang dihadapinya.
2.
Pencarian data tentang
masalah siswa
Bisa dilakukan dengan cara berkomunikasi dengan orang tua siswa
yaitu dengan menanyakan kepada orang tua siswa bagaimana keseharian anak
tersebut jika dirumah maupun dilingkungan sekitaarnya.
3.
Melakukan konsultasi secara
pribadi
Kita sebagai seorang guru bias memanggil siswa
kedalam ruangan yang diamana diruangan itu hanya ada guru dan siswa yang
bermasalah saja, dan jangan menegur atau menanyakan masalah anak tersebut
didepan siswa yang lain, karena itu bisa membuat anak tersebut gangguan mental.
B.
Macam-Macam Permasalahan Dalam Manajemen Kelas
1.
Masalah perorangan
Penggolongan masalah individual ini didasarkan atas anggapan
dasar bahwa tingkah laku manusia itu mengarah pada pencapaian suatu tujuan.
Adapun masalah-masalah individu tersebut yaitu:
a. Jika guru merasa
terganggu (bosan) dengan tingkah laku seorang siswa, hal itu merupakan tanda
bahwa siswa yag bersangkutan mungkin mengalami maslah mencari perhatian
b. Jika guru merasa
terancam ( merasa dikalahkan), hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang
bersangkutan mungkin mengalami masalah mencari kekuasaan
c. Jika guru merasa amat
disakiti, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin
mengalami masalah menuntut balas.
d. Jika guru merasa tidak
mampu menolong lagi, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan
mungkin mengalami masalah ketidakmampuan.
2.
Masalah kelompok
Ada tujuh masalah dalam kelompok yang berkaitan dengan manajemen
kelas yaitu:
a. Kurangnya kekompakan
Kurangnya kekompakan ditandai dengan adamya kekurang-cocokan
(konflik) diantara para anggota kelompok.
b. Kesuulitan mengikuti
peraturan kelompok
Jika suasana kelas menunjukan bahwa siswa-siswa tidak mematuhi
aturan-aturan kelas yang telah ditetapkan, maka masalah yang kedua muncul,
yaitu kekurangmampuan mengikuti peraturan kellompok.
c. Reaksi negative
terhadap sesame anggota kelompok
Reaksi negative terhadap anggota kelompok terjadi apabbila
ekspresi yang bersifat kasar yang dilontarkan terhadap anggota
kelompok yang tidak diterima oleh kelompok itu, anggota kelompok yang
menyimpang dari aturan kelompok atau anggota kelompok yang menghambat kegiatan
kelompok.
d. Penerimaan kelas
(kelompok) atas tingkah laku yang menyimpang
e. Kegiatan anggota atau kelompok
yang menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan
f. Kurangnya semangat
g. Ketidakmampuan
menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan
C.
Solusi Dalam Mengatasi Permasalahan Manajemen Kelas
Untuk mengatasi masalah dalam manajemen kelas , ada beberapa
pendekatan yang dapat dilakukan, diantaranya yaitu:
1.
Behavior- Modification
Approach
Asumsi yang mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa
perilaku “baik” dan “buruk” individu merupakan hasil belajar. Upaya
memodifikasi perilaku dalam manajemen kelas dilakukan melalui positive
reinforcement ( untuk membina perilasku positif) dan negative reinforcement (
untuk membina perilaku negatif)
2.
Socio- Emotional
Climate Approach ( Humanistic Approach)
Asumsi yang mendasari penggunaan pendekatan ini
adalah bahwa proses belajar mengajar yang baik didasari oleh adanya hubungan
interpersonal yang baik antar peserta didik- guru dan atau peserta didik-
peserta didik daanguru menduduki posisi penting bagi terbentuknya iklim
sosio-emosional yang baik.
3.
Group Process Approach
Asumsi yang mendasari pendekatan ini adalah bahwa pengalaman
belajar berlangsung dalam konteks kelompok social dan tuugas guru adalah
membina dan memelihara kelompok yang produktif dan kohesif.
4.
Pendekatan otoriter
Pandangan yang otoriter dalam pengelolaan kelas merupakan
seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban
susasana kelas.
5.
Pendekatan permisif
6.
Pendekatan yang
permisif
Dalam pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan penajar
yang memaksimalkan kebebasan peserta didik untuk melakukan sesuatu.
7.
Pendekatan membiarkan
dan memberi kebebasan
Sekali lagi pengajar memandang peserta didiktelah mampu
melakukan sesuatu dengan prosedur yang benar.” Biarlah mereka bekerja sendiri
dengan bebas” ndemikian pegangan pengajar dalam mengelola kelas.
DAFTAR RUJUKAN
Almasawi, dkk. 2010.
Masalah-Masalah Dalam Manajemen Kelas.
Ekosiswoyo, Rasdi.
2000.Manajemen Kelas. Semarang: CV.Ikip. Semarang Press
Masalah seperti apa dalam manajemen kelas?
BalasHapusArtikel yang sangat bermanfaat,semoga bisa diterapkan oleh siswa, dan paham pentingnya disiplin
BalasHapusMateri yang sangat bermanfaat
BalasHapusDan berguna👍🏻