PRINSIP - PRINSIP PENGELOLAAN KELAS
PRINSIP-PRINSIP
PENGELOLAAN KELAS
A.
PRINSIP-PRINSIP
PENGELOLAAN KELAS
Menurut Djamarah
2006 “Secara
umum faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua golongan
yaitu, faktor intern dan faktor ekstern peserta didik”. Faktor intern peserta didik
berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian peserta
didik denga ciri-ciri khasnya masing-masing menyebabkan peserta didik berbeda
dari peserta didik lainnya sacara individual.
Perbedaan sacara individual ini dilihat dari segi
aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis. Faktor ekstern
peserta didik terkait dengan masalah suasana lingkungan belajar, penempatan
peserta didik, pengelompokan peserta didik, jumlah peserta didik, dan
sebagainya. Masalah jumlah peserta didik di kelas akan mewarnai dinamika kelas.
Menurut Djamarah
(2006) menyebutkan “Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan
kelas dapat dipergunakan.” Prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dikemukakan
oleh Djamarah adalah sebagai berikut:
a.
Hangat
dan Antusias
Hangat dan
Antusias diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru yang hangat dan akrab
pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada
aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.
b.
Tantangan
Penggunaan
kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang menantang akan
meningkatkan gairah peserta didik untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan
munculnya tingkah laku yang menyimpang.
c.
Bervariasi
Penggunaan alat
atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik akan
mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian peserta didik.
Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang
efektif dan menghindari kejenuhan.
d.
Keluwesan
Keluwesan
tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah
kemungkinan munculnya gangguan peserta didik serta menciptakan iklim
belajarmengajar yang efektif. Keluwesan pengajaran dapat mencegah munculnya
gangguan seperti keributan peserta didik, tidak ada perhatian, tidak
mengerjakan tugas dan sebagainya.
e.
Penekanan
pada Hal-Hal yang Positif
Pada dasarnya
dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan pada hal-hal yang positif
dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negative. Penekanan pada
hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku
peserta didik yang positif daripada mengomeli tingkah laku yang negatif.
f.
Penanaman
Disiplin Diri
Tujuan akhir dari
pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan dislipin diri sendiri
dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan mengendalikan diri dan pelaksanaan
tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin anak
didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal.
Pengelolaan pembelajaran yang baik harus
dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip mengajar. Dengan demikian manajemen
kelas yang efektif adalah syarat bagi pengajaran yang efektif (Kompri, 2014:
149)
Berhasilnya
manajemen kelas dalam mendukung pencapaian tujuan proses belajar siswa, banyak
dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu “faktor-faktor yang melekat pada kondisi
fisik kelas dan pendukungnya, serta dipengaruhi oleh faktor non fisik
(sosio-emosional) yang melekat pada guru” (Karwati dan Priansya, 2014: 31-32).Kasus-kasus
yang dijumpai guru dalam manajemen kelas:
1. Tingkat
penguasaan materi oleh siswa di dalam kelas.
2. Fasilitas
yang diperlukan.
3. Kondisi
siswa.
4. Teknik
mengajar guru.
C.
KEBIJAKAN
TENTANG PRINSIP MANAJEMEN KELAS
Kegiatan
yang bersifat penyembuhan mengikuti langkah sebagai berikut :
1.
Mengidentifikasi
masalah
Pada langkah
ini, guru mengenal atau mengetahui masalah-masalah pengelolaan kelas yang
timbul dalam kelas. Berdasar masalah tersebut guru mengidentifikasi jenis
penyimpangan sekaligus mengetahui latar belakang yang membuat peserta didik
melakukan penyimpangan tersebut.
2.
Menganalisis masalah
Pada langkah
ini, guru menganalisis penyimpangan peserta didik dan menyimpulkan latar
belakang dan sumber-sumber dari penyimpangan itu.Selanjutnya menentukan
alternatif-alternatif penanggulangannya.
3.
Menilai
alternatif-alternatif pemecahan
Pada langkah ini
guru menilai dan memilih alternatif pemecahan masalah yang dianggap tepat dalam
menanggulangi masalah.
4.
Mendapatkan balikan
Pada langkah ini
guru melaksanakan monitoring, dengan maksud menilai keampuhan pelaksanaan dari
alternatif pemecahan yang dipilihuntuk mencapai sasaran yang sesuai dengan yang
direncanakan. Kegiatan kilas balik ini dapat dilaksanakan dg denganngadakan
pertemuan dengan para peserta didik.
DAFTAR RUJUKAN
Asep suryana. 2006. Bahan
belajar mandiri Manajemen kelas.
Universitas
Pendidikan Indonesia
M.
Entang, T raka Joni an Prayitno, (1985), Pengelolaan Kelas, Proyek
Pengembangan Lembaga Pendidikan
Tenaga Kependidikan, Jakarta:
Dirjen
Dikti Depdikbud
Artikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusMateri yg di sampaikan sangat bermanfaat dan berguna
BalasHapusArtikel sangat bermanfaat, semoga bisa diterapkan pd peserta didik
BalasHapus